BANDUNG – Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar diterjemahkan dicapai imbang pasukan yang berbeda di Indonesia Sepakbola Championship (ISC) A musim ini. Menurut Umuh, hasil imbang layak menang dan kalah.

Bagi pria yang biasanya disebut Pak Haji, hasil akhirnya bisa menarik setiap kemenangan yang berarti. Begitu juga sebaliknya, hasil imbang bisa merasa kehilangan. Status Persib dalam perkelahian, yang membedakan apakah imbang menang bermakna atau kalah. ” Ketika bermain tandang, hasil imbang bisa dianggap menang. Tapi jika kandang, hasil imbang adalah sama dengan kehilangan, “kata Umuh.

Kesan diterima oleh Pak Haji pada kinerja anak-anak asuhnya, cukup masuk akal. Ketika bermain dengan dukungan bobotoh tidak begitu banyak, maka keberhasilan menahan imbang tuan rumah, adalah hasil yang memuaskan. Apalagi, jika tim tuan hadapi adalah reputasi yang cukup baik.

kondisi ini jelas berbeda ketika status tuan rumah. dengan maksimum dukungan dari puluhan ribu bobotoh, tidak mengherankan jika Persib selalu diterget untuk menuai hasil maksimal. ” ini berarti ketika hari lain bisa menjadi imbang di laga tandang, anak-anak tidak perlu sedih penyesalan dengan berlarut-larut, ‘ “katanya.

Jika jejak apa yang dipegang oleh Umuh, maka selama ISC A bergulir, Persib setidaknya sudah kehilangan satu dan memenangkan tiga kali. satu-satunya kekalahan dijemput oleh Maung Bandung, adalah ketika host Laskar Wong Kito, di laga pembuka ISC. dalam laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Persib ditahan imbang 1-1 oleh FC.

Adapun dua pergi dilakoninya, Persib masing-masing memetik kemenangan ‘atas Borneo Pusamania FC (PB FC) dan Persiba Balikpapan, setelah sukses menahan imbang tim kedua dari Pulau Kalimantan. Satu-satunya kemenangan sejati diambil Persib, diperoleh pada minggu ketiga, ketika tuan rumah Bali Inggris, dengan skor akhir 2-0